26.6.08

PILGUB Jateng 2008

Sebenarnya cukup efektifkah pemilihan gubernur secara langsung seperti ini?
Memang sih, ini merupakan langkah yang paling demokratis, secara pemimpin dipilih langsung oleh rakyat gitu loh!! Tapi mari kita kalkulasi lagi…
Coba bayangkan berapa besarnya dana yang dikeluarkan untuk acara seperti ini. Trilyun-an bo!! Kan duit segitu bisa dialokasikan untuk hal2 lain2, misalnya untuk biaya pengobatan bagi rakyat miskin, kan gak semua jenis obat disubsidi ma askeskin. Atau bisa juga dialokasikan di bidang pendidikan. Masih banyak loh, sekolahan yang butuh banget perbaikan, baik secara fisik (bangunannya yang kurang layak huni ) atau bisa juga untuk membangun sekolah2 buat anak jalanan. Toh, walaupun gubernurnya langsung dipilih oleh rakyat, belum tentu masa depan bisa sesuai juga ma keinginan rakyat. Contoh konkritnya nih, SBY. Dulu kan dia juga dipilih oleh rakyat. Tapi tetep aja sekarang demo dan kampanye anti SBY terjadi dimana-mana kan?
Selain itu, mari kita coba berfikir tentang cagub-cawagubnya itu sendiri. Untuk bisa menarik massa sebanyak-banyaknya, mereka butuh promosi dan peng-iklan-an. Biayanya juga gak sedikit loh… coba bayangkan, berapa milyar yang harus dirogoh dari saku mereka untuk biaya spanduk2 yang dipasang di pinggir jalan, pamflet2 yang disebar, kaos2 yang dibagi-bagikan... iklan di TV daerah dan nasional, biaya kampanye ke daerah-daerah…yang tujuannya biar masyarakat bisa liat langsung ‘kayak apa sih calon pemimpinnya…’, terus dana yang dukeluarkan untuk tim suksesnya…belum lagi biaya2 yang laen.
Lantas, begitu mereka jadi pemimpin, apakah mereka akan langsung berfikir bagaimana caranya agar wilayah yang dipimpinnya bisa maju? Rakyatnya bisa sejahtera? Tidak.
Tentu saja prioritas mereka adalah bagaimana caranya supaya modal mereka bisa kembali!!
Kalau sudah begini, masih maha-pentingkah demokrasi langsung seperti ini???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makasih buat komen_nya... (^^,)b