23.12.08

SELAMAT HARI IBU. . .


Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah perjalanan pulang, di bus yang saya tumpangi ada dua orang pengamen. Setelah berbasa-basi mengucapkan selamat siang, dll mereka mulai nyanyi. Satu orang bermain gitar dan menyanyi, yang satu lagi menyanyi sambil minta uang ke penumpang. Sekitar satu menit, si-peminta uang sudah selesai dengan tugasnya, dan turun dari bus (waktu itu bus sedang dalam keadaan berhenti), tapi pengamen yang satu lagi, masih saja asyik menyanyi. Terus, dan terus. Karena heran, saya menoleh. Orang itu, dengan tinggi badan lebih dari 180cm, postur badan agak besar, dan rambut gimbal se-pinggang, terlihat sangar kalo menurut saya. Setelah benar-benar diamati, ternyata suaranya bagus juga. Dari caranya menyanyi, kelihatannya dia bukan ‘nyanyi buat ngamen’ tapi ‘ngamen buat nyanyi’. Tau bedanya?

setelah selesai, dia turun dari bus dan berpapasan dengan seorang laki-laki. Sepertinya mereka tetanggaan, karena si pengamen bertanya dengan bahasa jawa halus (krama) begini: “nembe saking pundit mas?” => dari mana mas?
Kemudian orang yang satunya lagi menjawab, tapi gak jelas dia bilang apa. Lalu si pengamen menarik tangan orang itu, dan berkata: “mas, mas… sekedap. Kulo nyuwun tulung sanget nggih, nderek ampun sanjang ibu nek kulo ngamen ting mriki. Wong kulo niku mature kalih ibu nginep ting sedereke kulo. Mangkin menawi ibu ngertos kulo ngamen ting mriki lak mesakke.. maturnuwun sanget mas.” => mas, mas.. sebentar. Saya minta tolong banget,, jangan bilang ibu saya kalo saya ngamen disini ya.. soalnya saya pamitnya nginep di tempat saudara. Nanti kasihan ibu kalau tau saya ngamen disini. Makasih banget ya mas..
HAHH.????

Got the point?
Seorang pengamen yang keliatannya sangar ajah masih mikirin perasaan ibunya. Dia gak mau ibunya sedih kalau tau dia ngamen. Padahal mungkin tu orang ngamen karena udah panggilan jiwa…
Kita? Kadang karena hal-hal sepele, kadang kita menyakiti hati ibu. Kita sering melupakan beliau. Menomorduakan beliau (atau bahkan nomor sekian). Lebih mengutamakan pacar dan teman.
Coba dihitung-hitung, lebih banyak mana: mengucapkan gud nite pada pacar/teman/gebetan atau pada ibu?
Setiap valentine mau datang, kita sibuk nyiapin kado buat pacar/teman. Tapi terfikirkah menyiapkan kado untuk beliau?
Sms ke pacar bisa berkali-kali sehari Cuma buat mastiin mereka udah makan atau belum. Tapi apakah kita sudah memastikan bahwa ibu kita sudah makan?

Makanya, buat temen-temen yang masih punya kesempatan buat menunjukkan perhatiannya untuk ibu, gunakanlah sebaik-baiknya. Karena kehilangan yang terbesar adalah kehilangan seorang ibu.
Siapkan kejutan kecil untuk beliau untuk menunjukkan bahwa kita care, yang pasti tidak akan mereka lupakan seumur hidup mereka. . .

Selamat hari ibu. . .


3 komentar:

  1. Ibu Milik Semua Orang
    Saya Milik Semua Ibu

    Terima Kasih ibu Doaku untukmu


    NICE POST

    BalasHapus
  2. Ibu adalah Keajaiban Perempuan..!
    Media kelahiran, pendidikan dan peradaban...!

    BalasHapus
  3. Kehilangan yang terbesar adalah kehilangan seorang ibu. ^_^
    Saya jadi kangen beliau.

    BalasHapus

makasih buat komen_nya... (^^,)b