Thanks... bgt buat tmn2 smua yg tgl 21 kemaren udah nyempetin diri dtg jauh2 dr Semarang, jogja, solo, & purworejo bwt nunjukin bahwa kalian tu sayang & care bgt ma aku.[cie... jadi terharu nih... :'( ]
gak nyangka bgt kalian bakalan dtg kRmh., apalagi brg2 gtu.
jadi inget, pas kapan itu kan bgs minta nox dv iah? Oow..ternyata bwt nyusun smua ini toh? (bnr gak??) kirain bgs mw pdkt ma dv...!? he3.
FrenZ,, makasiiiiihhh....bgt udah buat aku kembali tertawa. udah buat aku kembali ceria.
kuenya enak bgt oi!! sumpe dh!! ^_^ v
once more, thx bgt bwt de2, re2, ra2, aya, abim, oma, bgs, indah, fani, dan smuanya... Luph u guys... :-*
26.6.08
PILGUB Jateng 2008
Sebenarnya cukup efektifkah pemilihan gubernur secara langsung seperti ini?
Memang sih, ini merupakan langkah yang paling demokratis, secara pemimpin dipilih langsung oleh rakyat gitu loh!! Tapi mari kita kalkulasi lagi…
Coba bayangkan berapa besarnya dana yang dikeluarkan untuk acara seperti ini. Trilyun-an bo!! Kan duit segitu bisa dialokasikan untuk hal2 lain2, misalnya untuk biaya pengobatan bagi rakyat miskin, kan gak semua jenis obat disubsidi ma askeskin. Atau bisa juga dialokasikan di bidang pendidikan. Masih banyak loh, sekolahan yang butuh banget perbaikan, baik secara fisik (bangunannya yang kurang layak huni ) atau bisa juga untuk membangun sekolah2 buat anak jalanan. Toh, walaupun gubernurnya langsung dipilih oleh rakyat, belum tentu masa depan bisa sesuai juga ma keinginan rakyat. Contoh konkritnya nih, SBY. Dulu kan dia juga dipilih oleh rakyat. Tapi tetep aja sekarang demo dan kampanye anti SBY terjadi dimana-mana kan?
Selain itu, mari kita coba berfikir tentang cagub-cawagubnya itu sendiri. Untuk bisa menarik massa sebanyak-banyaknya, mereka butuh promosi dan peng-iklan-an. Biayanya juga gak sedikit loh… coba bayangkan, berapa milyar yang harus dirogoh dari saku mereka untuk biaya spanduk2 yang dipasang di pinggir jalan, pamflet2 yang disebar, kaos2 yang dibagi-bagikan... iklan di TV daerah dan nasional, biaya kampanye ke daerah-daerah…yang tujuannya biar masyarakat bisa liat langsung ‘kayak apa sih calon pemimpinnya…’, terus dana yang dukeluarkan untuk tim suksesnya…belum lagi biaya2 yang laen.
Lantas, begitu mereka jadi pemimpin, apakah mereka akan langsung berfikir bagaimana caranya agar wilayah yang dipimpinnya bisa maju? Rakyatnya bisa sejahtera? Tidak.
Tentu saja prioritas mereka adalah bagaimana caranya supaya modal mereka bisa kembali!!
Kalau sudah begini, masih maha-pentingkah demokrasi langsung seperti ini???
Memang sih, ini merupakan langkah yang paling demokratis, secara pemimpin dipilih langsung oleh rakyat gitu loh!! Tapi mari kita kalkulasi lagi…
Coba bayangkan berapa besarnya dana yang dikeluarkan untuk acara seperti ini. Trilyun-an bo!! Kan duit segitu bisa dialokasikan untuk hal2 lain2, misalnya untuk biaya pengobatan bagi rakyat miskin, kan gak semua jenis obat disubsidi ma askeskin. Atau bisa juga dialokasikan di bidang pendidikan. Masih banyak loh, sekolahan yang butuh banget perbaikan, baik secara fisik (bangunannya yang kurang layak huni ) atau bisa juga untuk membangun sekolah2 buat anak jalanan. Toh, walaupun gubernurnya langsung dipilih oleh rakyat, belum tentu masa depan bisa sesuai juga ma keinginan rakyat. Contoh konkritnya nih, SBY. Dulu kan dia juga dipilih oleh rakyat. Tapi tetep aja sekarang demo dan kampanye anti SBY terjadi dimana-mana kan?
Selain itu, mari kita coba berfikir tentang cagub-cawagubnya itu sendiri. Untuk bisa menarik massa sebanyak-banyaknya, mereka butuh promosi dan peng-iklan-an. Biayanya juga gak sedikit loh… coba bayangkan, berapa milyar yang harus dirogoh dari saku mereka untuk biaya spanduk2 yang dipasang di pinggir jalan, pamflet2 yang disebar, kaos2 yang dibagi-bagikan... iklan di TV daerah dan nasional, biaya kampanye ke daerah-daerah…yang tujuannya biar masyarakat bisa liat langsung ‘kayak apa sih calon pemimpinnya…’, terus dana yang dukeluarkan untuk tim suksesnya…belum lagi biaya2 yang laen.
Lantas, begitu mereka jadi pemimpin, apakah mereka akan langsung berfikir bagaimana caranya agar wilayah yang dipimpinnya bisa maju? Rakyatnya bisa sejahtera? Tidak.
Tentu saja prioritas mereka adalah bagaimana caranya supaya modal mereka bisa kembali!!
Kalau sudah begini, masih maha-pentingkah demokrasi langsung seperti ini???
17.6.08
cerita ttg Ibu...
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hatilu juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak
capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak
haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kami yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya
punya duit" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku
tidak terbiasa" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Aku
tidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hatilu juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak
capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak
haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kami yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
----------KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya
punya duit" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku
tidak terbiasa" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Aku
tidak kesakitan" ----------KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.
anda termasuk ikan jenis apa??
IKAN SALMON
Bentuknya ramping, indah, dagingnya pink
muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya
mahal, soalnya masih import.
INI WANITA KARIR.....
IKAN SAPU-SAPU
Jenis ini murah dan selalu nempel dikaca
akuarium. Kalo udah nempel, susah banget
lepasnya.
INI CEWEK SMU......
IKAN LELE
Kalo yang ini harganya murah dan bisa
dimakan kapan saja. Tapi hati-hati, ada
patilnya.
INI CEWEK PANGGILAN... ....
IKAN ARWANA
Kalo yang ini senangnya bolak balik
diakuarium memperlihatkan kesombongan
dan keangkuhan karena tau tubuhnya
indah, langkahnya lemah gemulai
memancing mata nakal melihatnya di
manapun dia bergaya....
So pasti harganya sangat mahal kalau
ingin memilikinya, dan belum tentu yang
punya ngasih....
INI CEWEK PERAGAWATI DAN ARTIS
SINETRON.... ....
IKAN MAS KOKI
Nah, ini juga jenis ikan lumayan mahal,
indah bentuknya, warnanya dan
lenggak-lenggoknya. Sayangnya hanya bisa
dikagumi, tak bisa dimakan, karena ikan
hiasan.....
INI BINI ORANG.......
IKAN TERI
Rasanya asin, murah, bentuk dan rasanya
begitu- begituuu... saja. Selalu enak
dimakan kalau lagi tidak ada sayur atau
tidak ada lauk yang lainnya....
INI BINI SENDIRI....
Bentuknya ramping, indah, dagingnya pink
muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya
mahal, soalnya masih import.
INI WANITA KARIR.....
IKAN SAPU-SAPU
Jenis ini murah dan selalu nempel dikaca
akuarium. Kalo udah nempel, susah banget
lepasnya.
INI CEWEK SMU......
IKAN LELE
Kalo yang ini harganya murah dan bisa
dimakan kapan saja. Tapi hati-hati, ada
patilnya.
INI CEWEK PANGGILAN... ....
IKAN ARWANA
Kalo yang ini senangnya bolak balik
diakuarium memperlihatkan kesombongan
dan keangkuhan karena tau tubuhnya
indah, langkahnya lemah gemulai
memancing mata nakal melihatnya di
manapun dia bergaya....
So pasti harganya sangat mahal kalau
ingin memilikinya, dan belum tentu yang
punya ngasih....
INI CEWEK PERAGAWATI DAN ARTIS
SINETRON.... ....
IKAN MAS KOKI
Nah, ini juga jenis ikan lumayan mahal,
indah bentuknya, warnanya dan
lenggak-lenggoknya. Sayangnya hanya bisa
dikagumi, tak bisa dimakan, karena ikan
hiasan.....
INI BINI ORANG.......
IKAN TERI
Rasanya asin, murah, bentuk dan rasanya
begitu- begituuu... saja. Selalu enak
dimakan kalau lagi tidak ada sayur atau
tidak ada lauk yang lainnya....
INI BINI SENDIRI....
Ada seorang kakek sedang berdialog
dengan 3 orang cucunya. Sang kakek
bertanya tentang banyak hal, tapi
tidak ada jawaban satupun yang benar
dari ketiga cucunya.
Kakek : Apakah yang paling dekat
dengan diri kita di dunia ini?
Cucu1: Orang tua. Cucu2 : Guru.
Cucu3 : Teman.
Kakek : Semua benar. Yang paling dekat
dengan kita ialah MATI. Sebab setiap
yang berjiwa pasti akan merasakan mati
dan orang tidak akan tahu kapan
saatnya mati.
Kakek : Apa yang paling jauh di dunia
ini?
Cucu1 : Negeri Cina. Cucu2 : Bulan.
Cucu3 : Matahari.
Kakek : Semua benar. Yang paling jauh
dari dunia ini adalah MASA LALU.
Apapun kendaraan kita, tetap kita
tidak akan kembali ke masa yang lalu.
Oleh sebab itukita harus menjaga hari
ini, hari esok dan hari-hari yang akan
datang.
Kakek : Apa yang paling besar di
dunia ini?
Cucu1 : Gunung. Cucu2 : Matahari.
Cucu3 : Bumi.
Kakek : Jawaban itu benar, tetapi yang
paling besar adalah HAWA NAFSU.
Manusia mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami hal-hal
baik dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat dengan nurani, dan mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak
mempergunakannya untuk mendengar yang
baik. Mereka itulah oang-orang yang
lalai. Mereka di dunia lebih banyak
menggunakan hawa nafsunya dalam segala
bidang.
Kakek : Apa yang paling berat di
dunia?
Cucu1 : Baja. Cucu2 : Besi. Cucu3 :
Gajah.
Kakek : Semua itu benar, tapi yang
paling berat adalah MEMEGANG AMANAT.
Karena amanata itu harus disampaikan
kepada siapa yang berhak, kalau tidak
itu sangat berdosa.
Kakek : Apa yang paling ringan di
dunia ini?
Cucu1 : Kapas. Cucu2 : Angin. Cucu3 :
Debu.
Kakek : Semua benar, tetapi yang
paling ringan di dunia ini adalah
ORANG YANG TIDAK MAU BERSYUKUR. Gara-
gara sibuk pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tidak mau bersyukur
kebesaran Tuhan.
Kakek : Apa yang paling tajam di
dunia ini?
Cucu-cucunya serentak menjawab :
Pedang.
Kakek : Benar, yang paling tajam di
dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena
melalui lidah, manusiadengan mudahnya
menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.
dengan 3 orang cucunya. Sang kakek
bertanya tentang banyak hal, tapi
tidak ada jawaban satupun yang benar
dari ketiga cucunya.
Kakek : Apakah yang paling dekat
dengan diri kita di dunia ini?
Cucu1: Orang tua. Cucu2 : Guru.
Cucu3 : Teman.
Kakek : Semua benar. Yang paling dekat
dengan kita ialah MATI. Sebab setiap
yang berjiwa pasti akan merasakan mati
dan orang tidak akan tahu kapan
saatnya mati.
Kakek : Apa yang paling jauh di dunia
ini?
Cucu1 : Negeri Cina. Cucu2 : Bulan.
Cucu3 : Matahari.
Kakek : Semua benar. Yang paling jauh
dari dunia ini adalah MASA LALU.
Apapun kendaraan kita, tetap kita
tidak akan kembali ke masa yang lalu.
Oleh sebab itukita harus menjaga hari
ini, hari esok dan hari-hari yang akan
datang.
Kakek : Apa yang paling besar di
dunia ini?
Cucu1 : Gunung. Cucu2 : Matahari.
Cucu3 : Bumi.
Kakek : Jawaban itu benar, tetapi yang
paling besar adalah HAWA NAFSU.
Manusia mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami hal-hal
baik dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat dengan nurani, dan mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak
mempergunakannya untuk mendengar yang
baik. Mereka itulah oang-orang yang
lalai. Mereka di dunia lebih banyak
menggunakan hawa nafsunya dalam segala
bidang.
Kakek : Apa yang paling berat di
dunia?
Cucu1 : Baja. Cucu2 : Besi. Cucu3 :
Gajah.
Kakek : Semua itu benar, tapi yang
paling berat adalah MEMEGANG AMANAT.
Karena amanata itu harus disampaikan
kepada siapa yang berhak, kalau tidak
itu sangat berdosa.
Kakek : Apa yang paling ringan di
dunia ini?
Cucu1 : Kapas. Cucu2 : Angin. Cucu3 :
Debu.
Kakek : Semua benar, tetapi yang
paling ringan di dunia ini adalah
ORANG YANG TIDAK MAU BERSYUKUR. Gara-
gara sibuk pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tidak mau bersyukur
kebesaran Tuhan.
Kakek : Apa yang paling tajam di
dunia ini?
Cucu-cucunya serentak menjawab :
Pedang.
Kakek : Benar, yang paling tajam di
dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena
melalui lidah, manusiadengan mudahnya
menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.
hidup ini bukanlah tentang mengumpulkan nilai, bukan tentang berapa banyak orang yang menelponmu, dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu, atau orang2 yang belum kamu pacari.
bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu.
juga bukan tentang siapa orang yang telah menyukaimu.
hidup ini bukanlah tentang apakah kau punya banyak teman atau kau sendirian. dan bukanlah tentang apakah kau diterima atau tidak diterima di lingkunganmu.
hidup bukanlah tentang itu.
namun, hidup ini adalah tentang siapa saja yang kau sayangi dan siapa yang kau sakiti.
tentang bagaimana tentang dirimu sendiri.
tentang kepercayaan, kebahagiaan, kasih sayang, dan persahabatan...
hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu.
tentang apa yang kau katakan dan apa yang kau maksudkan. tentang menghargai orang apa adanya, dan bukan karena apa yang dimilikinya.
hidup adalah tentang pilihan2 itu.
::taken from CS4TS
bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu.
juga bukan tentang siapa orang yang telah menyukaimu.
hidup ini bukanlah tentang apakah kau punya banyak teman atau kau sendirian. dan bukanlah tentang apakah kau diterima atau tidak diterima di lingkunganmu.
hidup bukanlah tentang itu.
namun, hidup ini adalah tentang siapa saja yang kau sayangi dan siapa yang kau sakiti.
tentang bagaimana tentang dirimu sendiri.
tentang kepercayaan, kebahagiaan, kasih sayang, dan persahabatan...
hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu.
tentang apa yang kau katakan dan apa yang kau maksudkan. tentang menghargai orang apa adanya, dan bukan karena apa yang dimilikinya.
hidup adalah tentang pilihan2 itu.
::taken from CS4TS
13.6.08
dr.Chairul...
uhm…ada yang tau atau kenal dr.Chairul dari instalasi bedah RS.Dr.Sardjito gak? Atau mungkin dr.Chairul sendiri yang lagi baca posting-an ini??
duh…. Tau gak sih…aku tu ngeFans….bgt ma ‘ntu orang!! (He3,, halluuu pak dokter.. pa kbr??) aku berharap kpn2 bs ketemu lg ma dy,, just wanna to say : Makasih banget ya Pak, buat perhatian dan perawatan terhadap ibu saya selama ini..”
kan ceritanya dr.Chairul tu yang tiap hari ngerawat kaki ibuku,, ya emang kalau pas lagi di-nekrotomi,, ibuku selalu teriak2 kesakitan dan ngatain dokter kejam.. tapi pernah selama dua atau tiga hari dokter Chairul gak visit,, ibuku nanyain beliau terus… udah gitu ibuku bilang gini: “dokter Chairul itu walopun suka nyiksa ibu, tapi ibu sayang ma dia..” gitu. Jadi ibuku suka ngerasa disiksa gara2 kakinya di-nekrotomi tanpa bius… pastinya sakit bgt donk!!
dr.Chairul….
ehm… menurut aq,, dr.Chairul tu…. KUERENZ…bgt!! Udah keren,, baik,, lucu,, pinter,, perhatian ma pasien,, msh muda,, cakep lg!! duh…beruntung bgt tuh org yg jadi istrinya!! ( hehee.. halo Bu Chairul…?! ) :D :D :D
pengen deh, bsk jodohku tu org kayak dy… (wekZ!! Kok jd ngelantur yah…??!) hohoho0.. udah jadi cita2 dr dulu bwt pny suami dokter., eh sekarang ketemu dokter yg baik lg… makin ngarep deh.. :p
aq gak tau ya,, dr.Chairul tu uda pny istri atau belom… tapi kalau misalnya udh., perlu bu Chairul tau, bahwa se-ngeFans-ngeFans-nya aq ma beliau,, aq gak ada niat bwt merusak rumah tangga orang kok!! Haghaghag… ^_^ V
piSS... ;)
duh…. Tau gak sih…aku tu ngeFans….bgt ma ‘ntu orang!! (He3,, halluuu pak dokter.. pa kbr??) aku berharap kpn2 bs ketemu lg ma dy,, just wanna to say : Makasih banget ya Pak, buat perhatian dan perawatan terhadap ibu saya selama ini..”
kan ceritanya dr.Chairul tu yang tiap hari ngerawat kaki ibuku,, ya emang kalau pas lagi di-nekrotomi,, ibuku selalu teriak2 kesakitan dan ngatain dokter kejam.. tapi pernah selama dua atau tiga hari dokter Chairul gak visit,, ibuku nanyain beliau terus… udah gitu ibuku bilang gini: “dokter Chairul itu walopun suka nyiksa ibu, tapi ibu sayang ma dia..” gitu. Jadi ibuku suka ngerasa disiksa gara2 kakinya di-nekrotomi tanpa bius… pastinya sakit bgt donk!!
dr.Chairul….
ehm… menurut aq,, dr.Chairul tu…. KUERENZ…bgt!! Udah keren,, baik,, lucu,, pinter,, perhatian ma pasien,, msh muda,, cakep lg!! duh…beruntung bgt tuh org yg jadi istrinya!! ( hehee.. halo Bu Chairul…?! ) :D :D :D
pengen deh, bsk jodohku tu org kayak dy… (wekZ!! Kok jd ngelantur yah…??!) hohoho0.. udah jadi cita2 dr dulu bwt pny suami dokter., eh sekarang ketemu dokter yg baik lg… makin ngarep deh.. :p
aq gak tau ya,, dr.Chairul tu uda pny istri atau belom… tapi kalau misalnya udh., perlu bu Chairul tau, bahwa se-ngeFans-ngeFans-nya aq ma beliau,, aq gak ada niat bwt merusak rumah tangga orang kok!! Haghaghag… ^_^ V
piSS... ;)
9.6.08
kini, ketika semua telah berubah, mampukah aku menggenggamnya?
SATU HAL YANG DULU MENJADI IMANKU!
bahkan ketika waktu hampir berlalu,
aku masih disini.
memandangnya;
dalam mimpi.
benarkah semua titik telah berada di koordinatnya?
Heran,,
karena waktu yang telah meminjamkan kesempatannya,
tak mengizinkan aku untuk memainkannya.
Terimakasih masa,
atas kestatisan koordinatku terhadapnya!
SATU HAL YANG DULU MENJADI IMANKU!
bahkan ketika waktu hampir berlalu,
aku masih disini.
memandangnya;
dalam mimpi.
benarkah semua titik telah berada di koordinatnya?
Heran,,
karena waktu yang telah meminjamkan kesempatannya,
tak mengizinkan aku untuk memainkannya.
atas kestatisan koordinatku terhadapnya!
Langganan:
Postingan (Atom)