20.10.08

Lets talk about Atlantis…

(Mitos/fakta?) tentang atlantis pertama kali dicetuskan oleh plato dalam bukunya yang berjudul Timaeus dan Critias. Berikut kutipannya:

“Pulau Atlantis ada di laut. Berhadapan dengan pilar Herkules. Dan wilayahnya lebih besar dari Libya dan Asia yang disatukan. Di tengah bagian terpanjangnya, disebelah laut ada daratan persegi panjang luas. Dikelilingi oleh pegunungan, dan lebih tinggi dari permukaan laut. Mengandung gunung berapi, dan sering terkena gempa dan banjir. Gunungnya mengandung emas, perak, tembaga, dan timah. Dan gabungan alami dari emas dan tembaga yang disebut orichalcum. Daratan itu memiliki sistem kanal yang besar dan kecil, juga mata air dingin dan panas alami. Tanahnya subur dan hasil panennya melimpah. Di dataran itu ada ibukota yang dikelilingi oleh bidang konsentris. Kota itu diliputi tembok batu merah, putih, dan hitam.”



Plato menyebutkan bahwa atlantis Atlantis merupakan kekuatan angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon, atau kira-kira sekitar tahun 9500 SM. Setelah usaha menyerang Yunani yang gagal, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam satu hari satu malam". Juga disebutkan bahwa penyebab hilangnya peradaban atlantis diawali dengan gunung berapi yang meledak secara bersamaan, yang kemudian menyebabkan gempa, pencairan es, dan banjir hingga sebagian permukaan bumi tenggelam.

Teori mengenai atlantis banyak diperbincangkan selama era klasik. Namun mulai menghilang pada abad pertengahan. Dan muncul kembali pada era modern melalui naskah drama, buku komik, sampai film.

Banyak sekali teori yang menyebutkan keberadaan atlantis, diantaranya, Jim Allen, seorang ahli peta dan mantan penerjemah intelejen udara AU Inggris membuat hipotesa bahwa atlantis saat ini telah muncul ke daratan, tidak seperti para peneliti yang lain yang berpendapat bahwa reruntuhan atlantis berada di dasar laut. Menurut Allen, yang dimaksud Plato dengan Atlantis adalah Altino, sebuah wilayah di Amerika Selatan dengan lebar lebih dari 102 mil dan panjangnya hampir 300 mil, ini menjadikan Altiplano sebagai dataran persegi panjang terbesar di dunia. Dari foto satelit yang ia dapatkan, Allen menemukan terdapat sisa-sisa kanal luas di sepanjang wilayah Altipano. Di sini juga ditemukan logam yang disebut Plato sebagai orichalcum, yaitu camputan antara emas dan tembaga. Namun begitu, banyak ahli yang tidak sependapat dengan Allen karena menurut mereka, Altipano adalah wilayah yang keras selama 10-15 juta tahun terakhir dan tidak ada hubungannya dengan pertanian yang maju seperti kata Plato tentang atlantis.


Berbeda dengan Jim Allen, Ariso Santos berpendapat bahwa yang dimaksud Plato dengan atlantis adalah Indonesia. setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Teori lain tentang atlantis menyebutkan bahwa atlantis yang dimaksud Plato adalah Pulau Kreta. 3500 tahun yang lalu di Pulau Kreta pernah terdapat bangsa Minoa, sebuah bangsa yang taraf hidupnya jauh lebih tinggi daripada bangsa Eropa lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan bahwa bangsa Minoa sudah mempunyai istana-istana, jalan, dan selokan dengan pengerasan.
Namun peradaban modern pertama di Eropa ini tiba-tiba saja hancur oleh tsunami, yang diawali dengan letusan gunung Santorini, 70km di sebelah utara Pulau Kreta pada pertengahan abad sebelum masehi. Tsunami juga menenggelamkan bangsa Minoa yang wilayahnya berada di sepanjang garis pantai.

…dan Atlantis pun lenyap menyisakan legenda.


(dari berbagai sumber)

1 komentar:

  1. Kurang satu tuh legenda benua mu sis, katanya awal kehancuran benua atlantis tuh dari perang melawan benua mu :)

    Gw tertarik banget ama legenda atlantis :P masalahnya tentang teknologi mereka, walaupun cuman mitos tapi belum tentu bohongan kan :)

    BalasHapus

makasih buat komen_nya... (^^,)b